Rabu, 28 Desember 2016

Review Film





ARTIFICIAL INTELLIGENCE (2001)

Sutradara                     : Steven Spielberg
Penulis Skenario          : Brian Aldiss, Ian Watson
Bintang Film               : Haley Joel Osment, Frances O'Connor, Sam Robards, Jake Thomas

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) ialah hal ini merupakan gabungan sebuah studi yang mengaitkan manusia dengan komputer, yang bermaksud membuat komputer dapat melakukan semua hal-hal yang dilakukan oleh manusia bahkan membuat komputer dapat melakukannya jauh lebih baik dari yang dilakukan manusia. Memang sangat kerap  kecerdasan buatan diidentikkan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Menurut pendapat H.A. Simon Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. 
Singkat cerita film ini adalah di masa depan manusia berhasil menciptakan robot yg sangat canggih. Robot tersebut bisa berpikir, berbicara, dan melakukan hal yg diinginkan oleh manusia yg telah memprogramnya. Hingga suatu hari, ada seseorang yang ingin menciptakan robot yg bisa mencintai. Akhirnya diciptakanlah seorang anak robot bernama David. Suatu hari ada sebuah keluarga yg sudah lama kehilangan anaknya. Mereka berniat untuk menggantikan anak tersebut dengan sebuah robot anak, dan anak robot tersebut adalah David. Awalnya sang ibu menolaknya, namun akhirnya ia ingin mencoba untuk menyayangi anak tersebut. Semuanya berjalan dengan baik, hingga sang anak kandung/asli telah kembali. Sang anak asli iri dengan David karena kasih sayang ibunya, dan berusaha ingin menyingkirkan David. Kemudian karena satu/dua hal sang ayah ingin menyingkirkan David. Sang ibu tidak tega melakukannya, namun ia terpaksa. David di tinggalkan di hutan, ia sendirian dan tidak tau harus berbuat apa. David berpikir jika dia menjadi manusia/anak sungguhan ibunya akan menyayanginya. Lalu ia ingat akan kisah pinokio yg di ceritakan ibunya, kemudian dia berencana untuk menemukan peri biru dan memintanya mengubahnya menjadi anak sungguhan/manusia seperti yg ada di kisah pinokio.
Dengan semua kejadian yang terjadi dalam film tersebut dapat memberikan suatu kesimpulan yang bersifat positif dan negative. Kesimpulan positif yang dapat diambil dari film ini adalah kecerdasan dan kemahiran berprogram yang dilakukan oleh seorang manusia dapat dituangkannya kedalam sebuah komputer dalam bentuk manusia robot, dan manusia robot yang telah dibuat ini sungguh sangat menakjubkan karena benar-benar dapat melakukan semua hal-hal yang dilakukan manusia pada umumnya bahkan jauh lebih baik daripada manusia umumnya. Dalam film ini juga memberikan kesimpulan negatif atau pesan yang dapat diambil oleh penonton film ini, yaitu tidak selamanya keberhasilan kecanggihan suatu teknologi masa kini selalu berdampak positif untuk masyarakat umum atau bahkan untuk penciptanya sendiri. Terkadang dampak negatif juga dapat dihasilkan dari kecanggihan teknologi ini, hanya mungkin awalnya tidak terpikirkan dan tidak terlihat. Di film Artificial Intelligence ini akhirnya robot yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pengganti anaknya jadi memiliki perasaan yang lebih dari sewajarnya sebuah robot.

Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing)



1)      Pengertian Pengolahan Bahasa Alami
Pengolahan Bahasa Alami atau yang lebih dikenal dengan Natural Language Processing merupakan salah satu cabang ilmu dari AI yaitu Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), yang berfokus pada pengolahan bahasa natural. Bahasa natural adalah bahasa yang secara umum digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi satu sama lain.  Bahasa yang diterima oleh komputer butuh untuk diproses dan dipahami terlebih dahulu supaya maksud dari user atau pengguna bisa dipahami dengan baik oleh komputer. Natural Language Processing juga merupakan cabang ilmu komputer dan linguistik yang mengkaji interaksi antara komputer dengan bahasa (alami) manusia, dan bidang kajiannya bersinggungan dengan linguistik komputasional.

2)      Kajian yang ada didalam Pengolahan Bahasa Alami

1. Segmentasi Tuturan (speech segmentation) : yaitu merupakan proses identifikasi batas antara kata, suku kata, atau fonem  pada bahasa alami lisan. Istilah ini digunakan baik bagi proses mental yang dilakukan oleh manusia, maupun proses buatan oleh pemrosesan bahasa alami.

2. Segmentasi Teks (text segmentation) : yaitu merupakan proses pemisahan teks tertulis menjadi unit makna seperti kata, kalimat, atau topik. 

3. Penandaan Kelas Kata (part-of-speech tagging) : yaitu merupakan proses penandaan kata pada suatu teks dalam kaitannya dengan suatu kelas kata tertentu berdasarkan definisi dan maknanya hubungannya dengan kata yang mendampingi atau yang terkait dengannya pada suatu frasa, kalimat, atau paragraf. 

4. Pengawataksaan Makna (word sense disambiguation) : yaitu merupakan masalah terbuka pemrosesan bahasa alami berupa proses identifikasi makna kata polisemi yang digunakan pada suatu kalimat.

3)      Bagian – Bagian Utama pada Pengolahan Bahasa Alami
1.      Parser
Suatu sistem untuk mengambil kalimat input, dan menguraikannya kata per kata serta untuk menentukan jenis kata apa saja yang dapat mengikuti kata tersebut. (menguraikan ke dalam beberapa bagian gramatikal seperti kata kerja, kata benda, kata sifat, kata kerja).
2.      Sistem Representasi Pengetahuan
Suatu sistem yang menganalisis output parser untuk menentukan maknanya.
3.      Output Translator
Suatu terjemahan yang merepresentasikan sistem pengetahuan serta melakukan langkah- langkah yang berupa jawaban atas bahasa alami. Output translator merupakan Output khusus yang sesuai dengan program komputer lainnya.

4)      Kategori Aplikasi pada Pengolahan Bahasa Alami
1. Natural Language Translator
    Translator dari satu bahasa alami ke bahasa alami lainnya, misalnya translator             
    bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
2. Translator bahasa alami ke bahasa buatan
    translator yang mengubah perintah-perintah dalam bahasa alami menjadi bahasa
    buatan yang dapat dieksekusi oleh mesin atau komputer. Contohnya untuk
    menghapus semua file, user (pengguna) cukup memberikan perintah ”komputer,
    hapus semua file !” Translator akan mentranslasikan perintah bahasa alami tersebut
    menjadi perintah bahasa formal yang dipahami oleh komputer, yaitu ”dir *.* ”.
3. Text Summarization
   
yaitu suatu sistem yang dapat ”membuat ringkasan” hal-hal yang penting dari suatu
    wacana yang diberikan.

5)      Aplikasi Pengolahan Bahasa Alami
1. Text-based application
            Segala macam aplikasi yang melakukan proses terhadap teks tertulis seperti misalnya dokumen, e-mail, buku dan sebagainya. Contoh jenis aplikasi pada Natural Language Processing yang berbasis teks misalnya Machine Translation, yaitu program yang mampu mentranslasi kalimat baik berupa teks maupun suara dari satu bahasa alami ke bahasa lainnya. Contoh : Google Translate.
2. Dialogue-based application
Melibatkan bahasa lisan atau pengenalan suara, akan tetapi bisa juga memasukan interaksi dialog dengan mengetikkan teks pertanyaan melalui keyboard, contoh jenis aplikasinya Chatbot. Chatbot adalah program komputer yang didesain untuk mensimulasikan sebuah percakapan cerdas dengan satu atau lebih pengguna manusia melalui inputan suara atau teks, utamanya digunakan untuk percakapan kecil. Contoh : Cleverbot, SimSimi, dan begobet.

Sumber:

Minggu, 13 November 2016

Contoh-Contoh Sistem Cerdas

Sistem Cerdas merupakan gabungan sebuah studi yang mengaitkan manusia dengan komputer, yang bermaksud membuat komputer dapat melakukan semua hal-hal yang dilakukan oleh manusia bahkan membuat komputer dapat melakukannya jauh lebih baik dari yang dilakukan manusia. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzyjaringan syaraf tiruan dan robotikaMemang sangat kerap  kecerdasan buatan diidentikkan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Menurut pendapat H.A. Simon Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Berikut ini adalah 3 Contoh Sistem Pakar yang ada pada kehidupan sehari-hari,


1. Smart Parking System



Smart Parking System ini bertujuan merancang suatu alat mikrokontroler yang dapat menginformasikan dan mengarahkan pengendara mobil ke area parkir yang kosong, lahan parkir yang dijadikan sebagai objek sasaran penerapan Smart Parking System yang terdiri dari beberapa lantai dengan kapasitas beberapa kendaraan pada setiap lantainya. Sistem informasi parkir ini menggunakan metode perancangan sistem, pada sistem parkir ini memiliki beberapa bagian umum, yaitu sensor LDR, laser pointer, Arduino Uno, mikrokontroler ATMega328, PC/laptop dan LCD (Liquid Cristal Display). Sensor LDR akan mendeteksi adanya kendaraan dan selanjutnya akan memberi sinyal ada atau tidak ada penghalang. Sedangkan yang mengatur cahaya dari LDR adalah laser pointer. Mikrokontroler ATMega328 yang tertanam pada Aduino berfungsi sebagai tempat pemrosesan data dari sensor LDR selanjutnya akan ditampilkan pada LCD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa LCD (Liquid Cristal Display) akan menampilkan beberapa lahan parkir yang sudah terisi dan beberapa lagi lahan parkir yang kosong. LCD akan menampilkan di lantai mana hal tersebut terjadi. Pada miniatur sistem parkir ini menggunakan bahasa pemrograman bahasa C yang sudah tertanam dalam Arduino dan menggunakan juga bahasa pemrograman Borland Delphi. 7 yang berfungsi sebagai interface. 

2. Area traffic control system (ATCS)



Area Traffic Control System (ATCS) adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan. ATCS ini berfungsi untuk mengatur lampu lalu lintas terutama saat terjadi kemacetan. Sejak Februari 2013, sudah ada 90 armada bus Trans Jakarta yang melayani Koridor 1 yang dilengkapi GPS dan 12 persimpangan telah terhubung dengan ATCS. Di Jakarta ada sekitar 250 persimpangan yang nantinya akan dihubungkan dengan ATCS secara bertahap.
*Area Traffic Control System (ATCS) memiliki beberapa sistem utama yang digunakan yaitu :
  • 1. Server, Workstation, yang berfungsi sebagai pusat operasional untuk memonitor dan mengontrol kondisi lalu lintas dari seluruh persimpangan dalam satu area.
  • 2. Wall map, yang berfungsi menyediakan informasi status dan kondisi dari Local Controller.
  • 3. Local Controller (pengontrol persimpangan).
  • 4. Video Surveilance (CCTV).
  • 5. Vehicle Detector.
*Fungsi dari Area Traffic Control System (ATCS) ini yaitu :
  1. Mengatur waktu sinyal di persimpangan secara responsif dan terkoordinasi.
  2. Dalam keadaan tertentu, memberikan waktu hijau pada kendaraan yang memiliki prioritas (Pemadam Kendaraan, Ambulance, VVIP, Konvoi, Dll).
  3. Menyampaikan informasi kondisi lalu lintas dan alternatif lintasan.
  4. Menyediakan rekaman data lalu lintas, kejadian kecelakaan, dan kejadian lainnya di persimpangan
 *Manfaat dari Area Traffic Control System (ATCS) yaitu :
  1. Terciptanya optimasi kinerja jaringan jalan.
  2. Mewujudkan sistem lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat dan berwawan lingkungan.
  3. Mengurangi jumlah dan beban petugas pengatur lalu lintas di persimpangan.

3. Coin Control for Vending Machine (Mesin Cuci Koin)


Coin Control for Vending Machine merupakan alat cerdas buatan team teknis CV Carmel Hill Machinery. Dengan kontrol beberapa koin, Vending Machine ini kemudian aktif dan bisa digunakan. Coin Control for Vending Machine buatan mesin Carmel kali ini memiliki fungsi dan cara kerja yang sama dengan alat permainan game. Hanya saja alat ini lebih dikhususkan penggunaannya untuk Vending Machine. Vending Machine ini biasa disebut dengan alat jualan dan dapat diletakkan dimana saja tanpa kehadiran karyawan/pengawas atau bisa juga disebut toko berjalan.
Cara Kerja Vending Machine ini memanfaatkan Koin sebagai pemantik signal atau pemicu signal yang memberikan hitungan mundur kepada sistem. Dimana bila hitungan sudah mencapai angka nol (0) alias jumlah koin sudah sesuai dengan yang diminta oleh mesin, maka mesin akan memulai operasinya. Gerakan operasi bisa bermacam-macam, tergantung dari mesin apa yang dikontrol. Pada sistem control yang dibuat oleh mesin Carmel, setelan jumlah koin dan waktu dapat dilakukan dengan mudah untuk mengantisipasi setiap perubahan yang diinginkan.
Manfaat dari Vending Machine ini untuk para penyedia jasa (Bisnis) sangat dibutuhkan karena Anda tidak memerlukan karyawan dan bisa buka 24 jam dengan menggunakan Vending Machine.
Yang kedua, Vending Machine tidak memerlukan area yang luas.Cukup tempat untuk meletakkan Vending Machine.
Yang ketiga, sistem keamanan bisa dibangun pada unit Vending Machine untuk mengantisipasi kecurangan pembeli, pencurian, hingga perusakan Vending Machine.


http://hubdat.dephub.go.id/berita/1222-atcs-di-beberapa-provinsi-dan-kota-di-indonesia
http://yunisarani.blogspot.co.id/2016/10/review-sistem-parkir-cerdas.html

Selasa, 21 Juni 2016

Key Performance Indicators (KPI) Dan Metrik.


Key Performance Indicators (KPI) Dan Metrik.
Key Performance Indicator (KPI), atau indikator kinerja kunci dalam bahasa indonesia, adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi. Key Performance Indicator (KPI) digunakan dalam intelejensi bisnis untuk menilai keadaan kini suatu bisnis dan menentukan suatu tindakan terhadap keadaan tersebut. Key Performance Indicator (KPI) sering digunakan untuk menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan, dan kepuasan. Key Performance Indicator (KPI) umumnya dikaitkan dengan strategi organisasi yang contohnya diterapkan oleh teknik-teknik seperti kartu skor berimbang (BSC, balanced scorecard).
Key Performance Indicator (KPI) berbeda tergantung sifat dan strategi organisasi. Key Performance Indicator (KPI) merupakan bagian kunci suatu sasaran terukur yang terdiri dari arahan, Key Performance Indicator (KPI), tolak ukur, target, serta kerangka waktu. Sebagai contoh: “meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan dari 10 ribu ke 15 ribu rupiah pada akhir tahun 2008”. Dalam contoh ini, ‘pendapatan rata-rata per pelanggan’ adalah suatu Key Performance Indicator (KPI).
Hampir kebanyakan orang beranggapan ada kesamaan antara Key Performance Indicator (KPI) dan Metric. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, karena sebenarnya Key Performance Indicator (KPI) itu adalah metric, tapi tidak semua metric itu adalah Key Performance Indicator (KPI).
Dari namanya, Key Performance Indicator (KPI) sudah menyebutkan performance indicator atau penunjuk kinerja. Contohnya performance suatu proses diukur atau ditunjuk melalui suatu Key Performance Indicator (KPI). Key Performance Indicator (KPI) bukan hanya mengukur suatu panjang, suatu waktu proses, suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. Lebih lanjut, Key Performance Indicator (KPI) merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya sambil lalu dari suatu bisnis proses. Jadi, Key Performance Indicator (KPI) sangat erat berhubungan dengan obyektif dari proses yang akan diukur.
Sebuah organisasi layaknya memiliki banyak metric, namun hanya sedikit Key Performance Indicator (KPI). Contoh metric adalah : profitabilitas, pangsa pasar, penjualan, jumlah karyawan dst. Namun Key Performance Indicator (KPI) merupakan suatu performance metric yang secara nyata dan jelas terkait dengan sasaran strategis organisasi yang mampu mendorong organisasi menerjemahkan strateginya ke dalam terminologi yang bisa dikuantifikasi. Rancangan Key Performance Indicator (KPI) yang baik memberikan informasi yang dalam, jelas dan tajam mengenai kecenderungan suatu kinerja, sementara itu juga didukung oleh ketersediaan metric yang rinci. Key Performance Indicator (KPI) yang tepat juga membantu apakah organisasi sudah melakukan hal yang benar dan mengetahui apa yang perlu perbaikan (improvement) atau penyesuaian.
Perbedaan metric dan Key Performance Indicator (KPI) :
  • Key Performance Indicator (KPI) adalah metric, tapi tidak semua metric merupakan Key Performance Indicator (KPI).
  • Organisasi memiliki banyak metric, tapi hanya sedikit Key Performance Indicator (KPI).
  • Metric dapat berupa suatu ukuran tentang suatu (besaran, jumlah, waktu), tetapi Key Performance Indicator (KPI) adalah ukuran yang mempunyai makna berarti dan kunci (matter most & key).
  • Metric dapat diubah atau tidak dapat diubah melalui suatu aksi. Tetapi Key Performance Indicator (KPI) sebaiknya harus dapat diubah melalui suatu aksi (actionable). Jangan mengukur sesuatu sebagai Key Performance Indicator (KPI) jika hal itu tak dapat diubah melalui serangkaian aksi spesifik.
Sebuah metric bisa menjadi Key Performance Indicator (KPI) , maka Key Performance Indicator (KPI) adalah metric yang :
  • Outcome-oriented — bukan hanya sekedar output (keluaran dari proses), karena outcome memiliki pengaruh (impact).
  • Target-based — memiliki paling tidak satu nilai sasaran yang sensitif terhadap waktu.
  • Rated / Graded — memiliki nilai ambang (threshold) yang membedakan antara nilai aktual dan target.
Dengan adanya tiga kriteria tersebut, dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah metric memenuhi status sebagai Key Performance Indicator (KPI) yang membantu untuk tetap fokus pada ukuran tersebut sebagai salah satu kunci menuju kesuksesan organisasi.





Sumber:
https://ilmusdm.wordpress.com/2007/11/29/key-performance-indicator-dan-metric-sebuah-pengenalan/